Minggu, 09 Oktober 2011

KA MANNA KANG? (LAHAT)
Asep (Wong Sundo) : Kamana atuh kang?
Udin (Wong Lahat) : Oii idak ke MANNA, Tanjung Sakti
Asep (Wong Sundo) : Naon atuh?
Udin (Wong Lahat) : Idak Naon, balik ari
* MANNA = salah kota di Bengkulu dekat Lahat

NASI DOANG

Udin datang ke Jakarta baru 2 minggu tapi logatnyo sudah cak wong Jakarta asli
Amin : Oii din ku dengo kau ikak ngomong doang, doang, doang doang ape kau ikak ngerti doang tu ape
Udin : Ao aku kak ngerti
Amin : Cubo kalu cak itu kau terangke ape arti doang itu?
Udin : Kalu tubuh makan dak belauk itu artinye NASI DOANG!
Amin : ??

Kamis, 19 Mei 2011

KELAKAR BETOK

Pada suatu hari seorang gadis mengadu pada ayahnya. Ia
mengatakan telah di hamili oleh seorang tua kaya di
desanya. Ayah gadis itu sangat marah mendengar
pengakuan anaknya, lalu dengan sebilah pisau ia datangi
orang kaya itu..
Bapak :"Hei kamu", teriak ayah sigadis
Orang Kaya :" ada apa ini, bapak datang kok langsung
marah-marah ?"
Bapak :"apa benar kamu yang menghamili anak gadisku..
Orang Kaya :"iya memang kenapa pak..?
Bapak :"Kamu kan tahu anakku itu masih kecil apa
jadinya kalau dia keguguran...!?!?
Orang Kaya :"Tenang pak, kalau terjadi keguguran ijinkan
saya untuk mengulanginya lagi...
Bapak :"...?!?!?

Rabu, 18 Mei 2011

Wartawan Melaporkan Kecelakaan

Category: Humor Dewasa

Seorang wartawan pemula untuk koran dis ebuah kota kecil itu dikirim pada tugas pertamanya. Dia menyampaikan laporan berikut untuk editornya. "Mrs Smith terluka dalam sebuah kecelakaan mobil hari ini. Dia sudah mulai pulih di County Hospital dengan luka di payudaranya.."

Editor memarahi wartawan baru itu, "ini adalah koran keluarga. Kami tidak menggunakan kata-kata seperti payudara di sini. Sekarang kembali dan menulis sesuatu yang lebih tepat!"

Reporter muda berpikir panjang dan keras. Akhirnya dia menyerahkan Editor laporan berikut. "Mrs Smith terluka dalam sebuah kecelakaan mobil hari ini. Dia sudah mulai pulih di County Hospital dengan luka di ( . ) ( . ) nya"

Minggu, 08 Mei 2011

Disuruh Menyeberang Karena Penting

Category: Humor Binatang

Suatu ketika, ada sebuah sungaiyang lebar. Di satu sisi sungai tinggal kelinci, dan di sisi lainnya hidup seekor beruang.

Suatu hari, beruang itu duduk di atas tunggul, menikmati makan buah. Lalu ia mendengar ada yang berteriak padanya, yaitu kelinci.

"Hei! Hei, Teddy, menyeberanglah ke sini. Aku punya sesuatu yang mau kutunjukkan padamu!"

"Jangan sekarang! Aku sedang makan."

"Oh, ayolah!" kata kelinci. "Ini benar-benar penting."

"Tidak mungkin."

"Ayolah. Ini mendesak."

Jadi beruang memutuskan untuk pergi menyeberangi sungai yang lebar itu. Dia memerlukan waktu berjam-jam untuk bisa menyeberangi sungai itu. Dia hampir tenggelam. Dan ketika ia akhirnya sampai di seberang dia mengerang dan terengah-engah, dan berbicara kepada kelinci,

"Nah, kelinci," dia terengah. "Apa yang ingin kamu beritahukan kepadaku?"

"Hei, Teddy," kelinci itu berkata, "lihatlah betapa banyaknya buah yang di seberang sungai."

KELAKAR BETOK

Ucup dan Acep baru punya handphone.

Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?"
Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..."
Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih."
Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue."
Ucup : "Gue lebih parah coy."
Asep : "Emang elu kenape?"
Ucup : "Gue malah disuruh mencet bintang."

KELAKAR BETOK

Seorang Mama nampak bergegas memasuki kantor PLN Timika, tergopo-gopo ia segera menghampiri loket pembayaran.

Maklum tanggal tersebut adalah tanggal 20 yang jadi tanggal “keramat” bagi konsumen listrik, karena merupakan batas akhir pembayaran, sehingga sejak pagi banyak masyarakat yang telah antre.

Ketika tiba giliran si Mama, dari dalam loket keluar suara merdu menyapa :

”Mama, mo bayar listrik kah ?”

”Iyo…anak, Mama mo bayar listrik sebab su tanggal 20. Kalo tara bayar, nanti PLN dong kase putus Mama pu listrik dirumah. Anak, mama bayar berapakah ?”

Setelah memeriksa rekening pembayaran sebentar, dengan gesit si kasir kemudian menyodorkan sehelai kwitansi : ”Bulan ini Mama bayar 100.000 Rupiah..”

Si Mama menerima kwitansi tersebut, kemudian mengembalikannya lagi ke kasir dengan membungkus beberapa lembar uang pembayaran listrik didalamnya, tapi si kasir sangat terkejut.

”Mama…uang yang mama bayar ini Cuma 70.000 rupiah saja, masih kurang 30.000 rupiah lagi”

”Ah itu su pas Nona, sebab yang 30.000 rupiah itu Mama pake untuk BELI LILIN kalo Listrik mati”